“Diracunin dari Dalam Mobil, Sekarang Jadi Gitaris Cilik Metal!”
Di tengah gegap gempita ulang tahun Frontrowers ke-4, ada satu penampilan yang sukses bikin semua mata melirik — seorang bocah SD dengan gitar di tangan, mainin solo legendaris “Eruption” dari Van Halen.
Namanya Faiza Haikal Satriani, atau akrab disapa Fai. Umurnya baru 10 tahun, tapi skill-nya udah level dewasa.

“Seru, seneng, sama enak juga,”
ujar Fai polos waktu ditanya perasaannya habis manggung. “Apalagi bisa main bareng Om-Om band yang keren-keren.”
📰 Baca juga: Frontrowers Rayakan 4 Tahun Persaudaraan Musik Keras Tanpa Tiket dan Tanpa Batas
“Belajar Langsung dari sang Papa”
Fai nggak sendirian di atas panggung — di belakangnya, sang ayah ikut menemani sambil main gitar.
“Awalnya nggak sengaja, sih,” cerita sang papa. “Saya sering nyetel musik di mobil, dari umur 6–7 tahun dia udah dengerin metal. Eh, ternyata dia nyimak dan mulai pengen belajar gitar.”
Bisa dibilang, darah metal Fai udah ngalir dari kecil. “Kayaknya bukan diracunin, tapi diwarisin,” canda sang ayah sambil tertawa.

Sekarang, Fai rutin latihan setiap hari sepulang sekolah. “Biar tambah jago aja sih,” katanya singkat.
Kalimat sederhana, tapi nyentuh — karena di usia 10 tahun, semangatnya udah jauh melampaui umurnya.
Dari Slash Sampai James Hetfield
Ketika ditanya siapa panutannya, Fai jawab tanpa mikir lama: “Awalnya Slash, terus James Hetfield.”
Gokil, bocah SD udah ngerti perbedaan gaya dua ikon besar itu.

Tapi yang paling bikin kaget, lagu favoritnya bukan lagu anak-anak, tapi “Eruption” dari Van Halen.
“Solonya unik-unik,” katanya santai.
Kita yang nonton cuma bisa tepuk tangan — atau mungkin nunduk malu, karena waktu seumuran dia kita masih struggling main Do-Re-Mi.
Bocah Metal di Tengah Era K-Pop
Di usianya yang baru kelas 5 SD, Fai udah beda banget sama kebanyakan anak sebayanya yang lebih milih dengerin lagu-lagu K-Pop atau musik viral TikTok.
“Karena Papa sih,” jawab Fai ketika ditanya kenapa pilih jalur musik keras. Tapi dari caranya main, kelihatan banget kalau ini bukan sekadar ikut-ikutan.
Dia juga punya rencana buat masa depan: pengen bikin lagu sendiri, bertema kehidupan sehari-hari yang relate sama anak-anak seumurannya.
Simple, tapi punya visi yang kuat.
Viral, dan Siap Jadi Generasi Baru Musik Keras
Fai udah tampil di tiga gigs, termasuk panggung ulang tahun Frontrowers — komunitas pecinta musik keras yang terkenal dengan solidaritasnya di Jakarta.
Salah satu momen yang paling dia inget adalah waktu main lagu “Whatever My Room”, di mana penonton sampai mau angkat dia ke udara.

Dan yap, sekarang Fai udah punya akun Instagram pribadi, tempat dia upload potongan video latihan dan penampilannya.
Nggak lama lagi, bisa jadi gitaris cilik ini bakal jadi ikon baru regenerasi musik keras Indonesia.
Closing
Dari tangan kecilnya, suara distorsi besar lahir.
Dari ruang tamu, sampai ke panggung komunitas musik keras Jakarta — Fai nunjukin kalau semangat rock nggak kenal usia.
Selamat datang di dunia bawah, Fai.
The next generation is here. ⚡